Stats
MAIN STATS
Lv.
15
2 Star
3 Star
4 Star
5 Star
139.99
281.11
469.65
705.60
SUB STATS
Low
Med
High
13.55
15.24
16.94
6.77
7.62
8.47
6.77
7.62
8.47
1.38%
1.56%
1.73%
1.38%
1.56%
1.73%
1.73%
1.94%
2.16%
1.00
1.10
1.20
1.04%
1.17%
1.30%
2.07%
2.33%
2.59%
1.38%
1.56%
1.73%
1.38%
1.56%
1.73%
2.07%
2.33%
2.59%
Story
Navigator's Deep Space Mirror
Teleskop yang dibuat dengan cermat oleh navigator. Dia pernah menyaksikan kehidupan yang terlahir dari debu bintang yang tandus, juga kehancuran yang bangkit dari kejauhan. "Log Observasi Langit Berbintang: No. 13045
Waktu: Era Amber ████
Subjek Observasi: Galaksi Akasha, Negeri Gema Ekhoya
Makhluk hidup yang terbentuk dari metal cair membangun kerajaan yang diperintah oleh otak utama. Planet ini mampu memadatkan dan memproyeksikan bayangan tiga dimensi dari peristiwa masa lalu karena sifat logamnya yang mampu menyimpan memori.
Sebuah fragmen suci yang berharga dan konon mencatat dewa yang memberikan pencerahan kepada penduduk Ekhoya. Namun menurut pengamatanku, ini hanyalah benih yang ditabur sesuka hati oleh "Elation". Makhluk primitif yang malang, mereka tidak tahu bahwa dewa yang mereka sembah sudah tidak tertolong lagi ...."
....
"Log Observasi Langit Berbintang: No. 14089
Waktu: Era Amber ████
Subjek Observasi: Galaksi Oris, Planet Sumber Rasa
Di peradaban yang menganggap makan adalah keindahan ini, semakin banyak makan, semakin banyak pula sumber daya yang didapatkan. Demi menampung lebih banyak makanan, operasi perluasan perut bahkan menjadi tren di kalangan penduduk setempat. Sekarang, semakin aneh konten siaran makan yang dilakukan, semakin memicu kegilaan untuk menirunya ....
Aku teringat pada seorang Fool yang dulu pernah membawakan sepotong daging yang takkan habis dimakan kepada penduduk Oris yang menderita kelaparan. Hasilnya tidak mengejutkan, Elation tanpa batas hanya mengubah manusia menjadi binatang ...."
....
"Log Observasi Langit Berbintang: No. 14758
Waktu: Era Amber ████
Subjek Observasi: Adlivun
Aku melihat lengan galaksi runtuh bagaikan kaca yang rapuh, dan bintang-bintang padam dalam keheningan layaknya bara api yang tertiup angin.
Bagaikan sebuah lukisan, semua kotoran telah dihapus, hanya menyisakan kekosongan yang sunyi, kobaran api yang berkilauan bagaikan emas█tak dapat dipandang█tak dapat diungkapkan█
Darah emas█kobaran api█kehan█curan██kela█hiran███jawaban█mun█cul█?█"
Sejak saat itu, log observasi terhenti.
Sejak hari itu pula, sebuah retakan yang tidak bisa diperbaiki muncul pada lensanya, dan mata di balik retakan itu pun redup sepenuhnya.
Waktu: Era Amber ████
Subjek Observasi: Galaksi Akasha, Negeri Gema Ekhoya
Makhluk hidup yang terbentuk dari metal cair membangun kerajaan yang diperintah oleh otak utama. Planet ini mampu memadatkan dan memproyeksikan bayangan tiga dimensi dari peristiwa masa lalu karena sifat logamnya yang mampu menyimpan memori.
Sebuah fragmen suci yang berharga dan konon mencatat dewa yang memberikan pencerahan kepada penduduk Ekhoya. Namun menurut pengamatanku, ini hanyalah benih yang ditabur sesuka hati oleh "Elation". Makhluk primitif yang malang, mereka tidak tahu bahwa dewa yang mereka sembah sudah tidak tertolong lagi ...."
....
"Log Observasi Langit Berbintang: No. 14089
Waktu: Era Amber ████
Subjek Observasi: Galaksi Oris, Planet Sumber Rasa
Di peradaban yang menganggap makan adalah keindahan ini, semakin banyak makan, semakin banyak pula sumber daya yang didapatkan. Demi menampung lebih banyak makanan, operasi perluasan perut bahkan menjadi tren di kalangan penduduk setempat. Sekarang, semakin aneh konten siaran makan yang dilakukan, semakin memicu kegilaan untuk menirunya ....
Aku teringat pada seorang Fool yang dulu pernah membawakan sepotong daging yang takkan habis dimakan kepada penduduk Oris yang menderita kelaparan. Hasilnya tidak mengejutkan, Elation tanpa batas hanya mengubah manusia menjadi binatang ...."
....
"Log Observasi Langit Berbintang: No. 14758
Waktu: Era Amber ████
Subjek Observasi: Adlivun
Aku melihat lengan galaksi runtuh bagaikan kaca yang rapuh, dan bintang-bintang padam dalam keheningan layaknya bara api yang tertiup angin.
Bagaikan sebuah lukisan, semua kotoran telah dihapus, hanya menyisakan kekosongan yang sunyi, kobaran api yang berkilauan bagaikan emas█tak dapat dipandang█tak dapat diungkapkan█
Darah emas█kobaran api█kehan█curan██kela█hiran███jawaban█mun█cul█?█"
Sejak saat itu, log observasi terhenti.
Sejak hari itu pula, sebuah retakan yang tidak bisa diperbaiki muncul pada lensanya, dan mata di balik retakan itu pun redup sepenuhnya.
Navigator's Game Die
Cincin dadu milik navigator. Setiap kali bergulir akan memunculkan teka-teki yang menarik. Sepertinya, dia pernah bermain dengan banyak orang. Ada yang menang, ada pula yang menghilang tanpa jejak. "Setiap kali menceritakan lelucon, dia selalu memutar cincinnya, seolah-olah ada jutaan ide cerdik yang tersembunyi di dalam dadu itu. Bahkan di hari Akivili menghilang pun, dia masih sempat bercanda dengan kami. Dia berkata, 'Apa pencerahan yang paling penting dari Akivili? Beli asuransi kecelakaan lebih awal! Ayo, beli asuransi kecelakaan, kita harus melanjutkan perjalanan!' Tapi kenapa ... dia sendiri tidak tertawa?"
— Koleksi lelucon "Seperti yang Kulihat" yang ditulis oleh seorang The Nameless
"Kacau, benar-benar kacau! Dua hari yang lalu, tiga The Nameless pergi. Kemarin, lima rekan berebut posisi navigator berikutnya saat sedang Jump, beberapa orang bahkan mencoba membongkar mesin inti Express untuk dibawa pergi. Hari ini ada pembunuhan di dalam gerbong ... Akhirnya, sang navigator mengumpulkan The Nameless dan mengundang kami memainkan sebuah permainan pemberani, untuk menentukan siapa navigator berikutnya.
Setiap kali dadu diputar, kami akan menerima sebuah misi permainan acak. Memilih antara menyelamatkan kapal komet yang hampir tenggelam, atau dapat 60% peluang untuk memenangkan Big Lotto dalam jumlah besar; Tiga orang terjebak di planet gurun, tapi perbekalan hanya cukup untuk dua orang, dan diminta untuk mencapai titik akhir dalam batas waktu yang ditentukan ... Awalnya tidak ada yang menganggapnya serius, tapi The Nameless yang kembali semakin sedikit. Mereka yang melanggar aturan, mereka yang kalah dalam permainan, mereka semua ... mereka semua ...."
— Buku harian seorang The Nameless
"Tuan Isee, kamulah yang memimpin Astral Express melewati masa-masa paling sulit. Aku tidak tahu apakah aku mampu menyatukan The Nameless sepertimu, karena aku tidak punya kharisma sepertimu, aku juga tidak ... tidak tegas dan berani sepertimu. Tapi aku akan berusaha semampuku. Kalau kita masih berkesempatan untuk bertemu lagi, tolong beri tahu aku, apa yang sebenarnya kamu lihat saat kita berlayar menuju wilayah bintang itu, sampai kamu memutuskan untuk turun dari Express tanpa ragu ... Meskipun kita sudah lama bersama-sama, aku sering merasa seperti tidak pernah mengenal dirimu yang sebenarnya ...."
— Surat dari Falcon Amundsen untuk "Isee"
— Koleksi lelucon "Seperti yang Kulihat" yang ditulis oleh seorang The Nameless
"Kacau, benar-benar kacau! Dua hari yang lalu, tiga The Nameless pergi. Kemarin, lima rekan berebut posisi navigator berikutnya saat sedang Jump, beberapa orang bahkan mencoba membongkar mesin inti Express untuk dibawa pergi. Hari ini ada pembunuhan di dalam gerbong ... Akhirnya, sang navigator mengumpulkan The Nameless dan mengundang kami memainkan sebuah permainan pemberani, untuk menentukan siapa navigator berikutnya.
Setiap kali dadu diputar, kami akan menerima sebuah misi permainan acak. Memilih antara menyelamatkan kapal komet yang hampir tenggelam, atau dapat 60% peluang untuk memenangkan Big Lotto dalam jumlah besar; Tiga orang terjebak di planet gurun, tapi perbekalan hanya cukup untuk dua orang, dan diminta untuk mencapai titik akhir dalam batas waktu yang ditentukan ... Awalnya tidak ada yang menganggapnya serius, tapi The Nameless yang kembali semakin sedikit. Mereka yang melanggar aturan, mereka yang kalah dalam permainan, mereka semua ... mereka semua ...."
— Buku harian seorang The Nameless
"Tuan Isee, kamulah yang memimpin Astral Express melewati masa-masa paling sulit. Aku tidak tahu apakah aku mampu menyatukan The Nameless sepertimu, karena aku tidak punya kharisma sepertimu, aku juga tidak ... tidak tegas dan berani sepertimu. Tapi aku akan berusaha semampuku. Kalau kita masih berkesempatan untuk bertemu lagi, tolong beri tahu aku, apa yang sebenarnya kamu lihat saat kita berlayar menuju wilayah bintang itu, sampai kamu memutuskan untuk turun dari Express tanpa ragu ... Meskipun kita sudah lama bersama-sama, aku sering merasa seperti tidak pernah mengenal dirimu yang sebenarnya ...."
— Surat dari Falcon Amundsen untuk "Isee"
Navigator's Astral Chart Uniform
Di balik pola samar yang terdapat pada seragam navigator, tersulam rapi peta bintang luas yang pernah dijelajahi oleh Astral Express. Setiap untaian benang emas melambangkan rute perjalanan melintasi bintang-bintang. Di masa-masa keemasan saat mengikuti jejak Akivili, The Nameless mengguncang galaksi bagaikan gelombang pasang.
Mereka pernah menikmati minuman keras bersama-sama di dataran es Pagaseka dan bernyanyi dengan lantang di sabuk meteorit Galaksi Komet. Mereka melaju dengan cepat dan selalu bergegas. Jalur perak menjadi benang-benang garis bujur dan garis lintang, yang merangkai peradaban-peradaban yang awalnya terisolasi satu sama lain.
Dia masih teringat dengan punggung Akivili, punggung yang seolah-olah mampu menghimpun kepercayaan The Nameless secara alami.
"Kenapa aku mencari jawaban, tapi terus menjalani kehidupan yang tanpa jawaban?"
Dia bertanya pada Akivili karena kebingungan di hatinya yang semakin menjadi-jadi.
Akivili hanya menunjuk ke kejauhan. Di kejauhan itu, tidak ada apa pun, namun seakan menyimpan semua jawaban.
Dia melukis sendiri setiap dunia yang ada pada peta bintang. Dia ingat kisah dari semua dunia itu.
Setiap kali, dia membawa harapan untuk membantu dunia-dunia yang berada dalam bahaya bersama rekan-rekan The Nameless. Namun setelah krisis berlalu, dia mendapati bagaimana dunia-dunia yang telah lama hidup dalam kemakmuran mulai mengejar Elation yang memacu adrenalin. Mereka bersenang-senang dalam kemerosotan dan memperlihatkan berbagai keburukan.
Saat bintang-bintang yang padat berubah menjadi titik-titik kecil di peta bintang, dia justru menyaksikan kejatuhan Dewa Perintisan saat mereka semakin dekat ke tepi galaksi.
Keinginan untuk melampaui ujung alam semesta dan menuju keberadaan di luar Path itu, ternyata hanya meninggalkan sebuah titik cahaya yang kecil, lalu menghilang dari pandangan.
"Apa-apaan ini?" Dia menyeka air mata dari sudut matanya, tertawa ke arah kehampaan yang tak berujung, bahkan hampir muntah. "Ternyata 'Dia' juga tidak menemukan jawabannya. Ternyata terus melangkah maju di jalan ini hanya mengarah ke jalan buntu. Lelucon yang payah, benar-benar payah!"
Peta bintang pada seragam navigator masih tetap bersinar, namun tujuan akhir yang memberinya makna sudah tidak ada lagi.
Mereka pernah menikmati minuman keras bersama-sama di dataran es Pagaseka dan bernyanyi dengan lantang di sabuk meteorit Galaksi Komet. Mereka melaju dengan cepat dan selalu bergegas. Jalur perak menjadi benang-benang garis bujur dan garis lintang, yang merangkai peradaban-peradaban yang awalnya terisolasi satu sama lain.
Dia masih teringat dengan punggung Akivili, punggung yang seolah-olah mampu menghimpun kepercayaan The Nameless secara alami.
"Kenapa aku mencari jawaban, tapi terus menjalani kehidupan yang tanpa jawaban?"
Dia bertanya pada Akivili karena kebingungan di hatinya yang semakin menjadi-jadi.
Akivili hanya menunjuk ke kejauhan. Di kejauhan itu, tidak ada apa pun, namun seakan menyimpan semua jawaban.
Dia melukis sendiri setiap dunia yang ada pada peta bintang. Dia ingat kisah dari semua dunia itu.
Setiap kali, dia membawa harapan untuk membantu dunia-dunia yang berada dalam bahaya bersama rekan-rekan The Nameless. Namun setelah krisis berlalu, dia mendapati bagaimana dunia-dunia yang telah lama hidup dalam kemakmuran mulai mengejar Elation yang memacu adrenalin. Mereka bersenang-senang dalam kemerosotan dan memperlihatkan berbagai keburukan.
Saat bintang-bintang yang padat berubah menjadi titik-titik kecil di peta bintang, dia justru menyaksikan kejatuhan Dewa Perintisan saat mereka semakin dekat ke tepi galaksi.
Keinginan untuk melampaui ujung alam semesta dan menuju keberadaan di luar Path itu, ternyata hanya meninggalkan sebuah titik cahaya yang kecil, lalu menghilang dari pandangan.
"Apa-apaan ini?" Dia menyeka air mata dari sudut matanya, tertawa ke arah kehampaan yang tak berujung, bahkan hampir muntah. "Ternyata 'Dia' juga tidak menemukan jawabannya. Ternyata terus melangkah maju di jalan ini hanya mengarah ke jalan buntu. Lelucon yang payah, benar-benar payah!"
Peta bintang pada seragam navigator masih tetap bersinar, namun tujuan akhir yang memberinya makna sudah tidak ada lagi.
Navigator's Everstride Boots
Sepatu bot kulit khusus navigator. Konon punya kekuatan sihir istimewa yang akan membawa pemakainya ke semua tempat yang tidak menyambutnya. "Dolly, pernah dengar tentang sepatu 'yang mendatangi tempat-tempat yang tidak menyambutnya'? Lihat, aku sedang memakainya, karena itulah aku beruntung bisa bertemu kalian semua."
Saat Isee baru naik ke Express, dia membawakan stand-up komedi tunggalnya setiap malam.
Dia selalu mulai bercerita dari sepatu ini, terkadang dia bilang bahwa sepatu ini adalah kutukan dari Aha, terkadang juga bilang bahwa itu adalah sihir yang tidak bisa dihapuskan. Singkatnya, semua salah sepatu kulit nakal ini yang membawanya ke tempat-tempat yang tidak menyambutnya.
"Isee, Isee, ceritakan lagi dong pengalamanmu yang sudah ke berbagai tempat itu!" seru para The Nameless yang mabuk di bar.
Dolly mendengus. Dulu Isee datang tanpa diundang dan menolak pergi dari Astral Express. Dia bahkan sering menjahili para penumpang. Beruntung Dolly bermurah hati dan mengizinkannya tetap tinggal.
"Semuanya, cerita kali ini pasti seru! Dulu sekali, aku tiba-tiba terbangun dari balutan selimut beludru biru. Padahal sedetik sebelumnya, aku masih minum soda, tapi detik berikutnya, aku sudah mengenakan sepatu sialan ini. Sepatu ini membawaku lari kencang, melewati gunung berapi yang meletus, menyelam ke laut yang gelap gulita, lalu terbang ke ketinggian seratus ribu meter ...."
"Jangan bertele-tele, langsung ke intinya!"
"Hehe, lalu aku dibawa ke jurang yang dalam. Awalnya, aku kira itu lubang kotoran karena baunya busuk banget! Akhirnya, aku sadar itu adalah mulut raksasa yang penuh dengan gigi yang tajam!"
"Terus?"
"Aku mengumpulkan semua rekanku dan melemparkan sebuah matahari ke dalam mulut raksasa itu! Dia langsung teriak, 'Aduh, panas panas panas ... mulutku melepuh!'"
"Lalu, kenapa kamu datang ke Express?" tanya Dolly penasaran, seolah-olah menyadari sesuatu.
"Kan sudah kubilang, karena Express tidak menyambutku."
"Kamu pikir kami bodoh, ya? Kamu tidak boleh turun panggung kalau tidak mengatakannya!"
Pemuda di atas panggung tersenyum. Pandangannya terpaku pada langit berbintang di luar jendela.
"Kalian mau tahu banget?" Matanya kembali menyala dengan secercah harapan. "Tunggu sampai aku menemukan ujung dunia yang sesungguhnya, baru aku kasih tahu!"
Saat Isee baru naik ke Express, dia membawakan stand-up komedi tunggalnya setiap malam.
Dia selalu mulai bercerita dari sepatu ini, terkadang dia bilang bahwa sepatu ini adalah kutukan dari Aha, terkadang juga bilang bahwa itu adalah sihir yang tidak bisa dihapuskan. Singkatnya, semua salah sepatu kulit nakal ini yang membawanya ke tempat-tempat yang tidak menyambutnya.
"Isee, Isee, ceritakan lagi dong pengalamanmu yang sudah ke berbagai tempat itu!" seru para The Nameless yang mabuk di bar.
Dolly mendengus. Dulu Isee datang tanpa diundang dan menolak pergi dari Astral Express. Dia bahkan sering menjahili para penumpang. Beruntung Dolly bermurah hati dan mengizinkannya tetap tinggal.
"Semuanya, cerita kali ini pasti seru! Dulu sekali, aku tiba-tiba terbangun dari balutan selimut beludru biru. Padahal sedetik sebelumnya, aku masih minum soda, tapi detik berikutnya, aku sudah mengenakan sepatu sialan ini. Sepatu ini membawaku lari kencang, melewati gunung berapi yang meletus, menyelam ke laut yang gelap gulita, lalu terbang ke ketinggian seratus ribu meter ...."
"Jangan bertele-tele, langsung ke intinya!"
"Hehe, lalu aku dibawa ke jurang yang dalam. Awalnya, aku kira itu lubang kotoran karena baunya busuk banget! Akhirnya, aku sadar itu adalah mulut raksasa yang penuh dengan gigi yang tajam!"
"Terus?"
"Aku mengumpulkan semua rekanku dan melemparkan sebuah matahari ke dalam mulut raksasa itu! Dia langsung teriak, 'Aduh, panas panas panas ... mulutku melepuh!'"
"Lalu, kenapa kamu datang ke Express?" tanya Dolly penasaran, seolah-olah menyadari sesuatu.
"Kan sudah kubilang, karena Express tidak menyambutku."
"Kamu pikir kami bodoh, ya? Kamu tidak boleh turun panggung kalau tidak mengatakannya!"
Pemuda di atas panggung tersenyum. Pandangannya terpaku pada langit berbintang di luar jendela.
"Kalian mau tahu banget?" Matanya kembali menyala dengan secercah harapan. "Tunggu sampai aku menemukan ujung dunia yang sesungguhnya, baru aku kasih tahu!"
Sources
- Cavern of Corrosion: Stasiun Awan Panorama
- "Omni-Synthesizer" - Synthesis Relic